Tuesday, November 01, 2016

Outbound di Taman Villa Bougenville Lembang Bandung



Bicara tentang Lembang Bandung,pasti kebayang dong udara yang sejuk dengan suasana yang alam banget.
Maklumlah karena ini merupakan kawasan puncaknya kota Bandung yang terkenal dengan temwis temwis yang laku keras untuk para turis lokal nusantara.Nah,kali ini kami ingin berbagi temwis dengan nuansa resort alam hijau yang cocok banget untuk kegiatan outbound.



Karena ingin mencoba treking maka setelah masuk ke area resort yang terletak di daerah perbukitan Maribaya kami mengambil jalur kiri di samping belakang vila vila yang ada.
Melalui jalan setapak yang sebagian sudah di lapisi beton kami memulai petualang dengan mulai menuruni jalan dari  ketinggian +/- 1.205 M DP menuju lembah yang berada dibawah.
saung peristirahatan yang berada di bibir lembah

Sepanjang jalan setapak kami di suguhi hijaunya pemandangan  Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda juga hamparan sawah yang aduhai bikin mata jatuh cinta

Selain itu lembah lembah yang terhampar ini mangkin cantik terlihat karena dikelilingi oleh gunung Bukit Tunggul.
Posisinya menghadap ke arah gunung Tangkuban Parahu. 
Dan asiknya lagi ketika berada di jalur penurunan lembah ada beberapa buah saung dengan posisi menghadap lembah cetakan sawah sawah nan hijau menghampar.
Sebenarnya sih pingin juga makan siang di sini sebelum lanjut turun ke lembah di bawah tapi di pikir pikir,sepertinya enakan di bawah saja,sekalian gempor memutari bukit menuju dasar lembah hahaha...                                                                                       
Setiba di bawah mulailah para alayer beraksi di hamparan rumput yang sepi

                         kursi lipat dan nasi bungkus andalan melawan rasa lapar dan dingin di dasar lembah

Setelah sedikit sport jantung menuruni jalan yang lumayan licin dan curam tibalah kami di dasar lembah dengan hamparan rumput luas.ada beberapa fasilitas permainan anak seperti ayunan dan sejenisnya.tersedia juga tempat cuci tangan dengan air sungai kecil yang mengalir dari area di atas.Maka di tempat inilah kami putuskan untuk istirahat,sholad,makan plus guling gulingan di rumput hijau,bersih dan luas ini



Mumpung lagi ngga ada pengunjung lain,asik juga teriak teriak sambil mendengar echo bergema di lembah

di lembah ini ada fasilitas hall, saung,kolam,lapangan luas,toilet yang ramah plus mushola 
 Puas di lembah yang pertama lanjut jalan ke arah dataran yang lebih tinggi lagi.
Dan ternyata kami menemui lagi kawasan yang hampir sama dengan dasar lembah yang sebelumnya,bedanya yang ini lebih ramai dengan bangunan dan fasilitas bermain anaknya.


Pasukan keluarga kotak kotak merahhhh
Selain banyak saung tempat makan,ada kandang ayam juga loh
Kawasan ini lumayan lengkap juga sejak di bangun sekitar tahun 1996 dan menurut keterangan di buka resmi untuk umum pada awal tahun 2004.
Daerah Kampung Cisarongge Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini memang kawasan vila vila.ini terlihat ketika kami menuju daerah ini setelah dari arah pasar Lembang lurus setelah masjid agung tadi.

di kawasan ini kami mencoba  flying fox hanya dengan lima belas ribu dan mendapat bonus bisa teriak sebebas dan sekeras yang di mau untuk menutupi kengerian meluncur dari ketinggian yang sebenarnya ngga tinggi tinggi amat hahaha..

Selesai area lembah yang ada kolamnya ini untuk kembali ke atas kami tak perlu mendaki secara manual karena tempat ini menyediakan mobil gratis untuk menuju ke atas.Kebayangnya mah tadi bakal babak belur mendaki ke atas dari bawah lembah ini,ternyata pengelola berbaik hati menyediakan fasilitas yang ternyata sebenarnya alat tranportasi turun  atau naik dari lembah di kawasan ini.cuma yang tadi itu kami coba jalan kaki lewat jalur lain

     Ngumpul deh pasukan kotak kotak merah loversnya 


Ada banyak pohon jeruknya juga di sini

Mobil menurunkan kami di area atas alias sejajar dengan area depan.Di kawasan inilah  pondok pondok penginapan vila yang bermacam jenis dan tentu harganya itu berada.Di sisi pinggir ada taman yang juga berisi fasilaitas bermain anak dan kursi kursi di taman.Dan tempat ini di naungi atap dari bermacam bunga rambat.Dan kalau mau berjalan sedikit ke arah jalan menurun di ujung kawasan sebelah pohon jeruk ternyata ada jalan setapak di atas lembah yang berbeda lagi,wah keren pisan euy ceuk urang bandung mah hihihi...
Kawasan serba berbunga warna warni,atap gapura pagar penuh bunga,horeee
di depan kamar kamar vila yang sejuk
Selesai mengintari pavilium  pondokan vilanya hari ternyata makin sore dan suasana dingin mulai kerasa di kulit.Sepanjang jalan setapak beratapkan lagi lagi bunga bunga merambat kami berhenti duduk sejenak karena si kecil ingin mencoba fasilitas permainan anak anak.
Memang recomended deh tempat ini buat anak anak karena dimana  mana banyak bertebaran tempat bermain anak,dan yang paling kami sukai itu fsilita toiletnya yang menyebar dan lumayan.
teras office

Lihat daftar harga sewa kamar vila ini jadi kepikiran ingin ke sini kembali sekalian menjajal menginap di sini rama ramai rombongan keluarga,pasti seru bisa outbound bersamakeluarga di tempat senyaman ini,ah
 
salah satu jenis vila yang di sewakan untuk rombongan




Sangat memuaskan sekali menghabiskan hari di tempat ini,dengan masuk harga karcis hanya sepuluh ribu rupiah saja sudah bisa menikmati tempat yang nyaman dan tidak terlalu crowded seperti biasanya bila mengunjungi temwis sekitaran kawasan Lembang.Keluar pintu gerbang dengan di iringi kabut yang mulai memayungi gunnung Tangkupan Perahu,si emak menyempatkan diri beli hasil kebun yang segar dan murah murah di toko toko petani setempat,asikk...

Tuesday, February 02, 2016

Mendengar angin Berbisik di Puncak Bumi Skala Begak


Provinsi Lampung memang terkenal dengan pantai pantai indahnya,tetapi ternyata Lampung juga memiliki kawasan puncak yang sejuk.Lengkap dengan pameran lembah dan bukit bukit hijau yang berhias kabut yang lumayan bikin menggigil.
Dan kali ini di bulan Januari yang basah,saya berkesempatan mengunjungi daerah yang merupakan salah satu daerah berciri khas dengan suhu dinginnya dan keindahan kontur penampakan buminya.
Masjid Jamii Aminatul Jannah Kawasan Puncak di rest area bumi Skala Begak Kecamatan Sumber Jaya,Way Tenong Lampung Barat


Lampung Barat ini berjarak ratusan kilometer dari ibukota povinsi bandar Lampung.Memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam,tergantung situasi lancar atau tidaknya.

Tuesday, January 26, 2016

Kilau Mentari di Pulau Tangkil Lampung



Siapa sangka setelah sekian lama tak berjumpa seorang sahabat sesama anggota PPI waktu  jaman kami jadi anak perantauan di  Chiba Japan dulu menghubungi dan mengatakan akan mengunjungi kami di kota Bandar Lampung.
Wah,senangnya itu tidak bisa dikatakan karena kangen sudah lama tak jumpa.
Singkat cerita pagi pagi kami menjemputnya dari bandara Raden Inten.
Sambil menghabiskan sarapan pagi di rumah  kami bercerita ngalor ngidul tentang apa saja setelah sekian waktu tak ada kabar berita diantara kami.

Selesai sholad jumat di kampus kami menyambangi sebentar museum Lampung.Baru setelah itu kami mengantarnya ke check in di hotel Novotel di daerah Teluk.
Dari lobby hotel di samping balkon kami bisa melihat pantai pantai terdekat di sekitaran Teluk.
Sambil ngopi ngopi cantik ala khas ulun Lampung kami berencana besok akan ke pantai terdekat saja tapi yang berada di salah satu pulau pulau kecil yang bertebaran di sekitaran Teluk saja.
Sesuai rencana kami pagi pagi sudah berangkat
menuju tempat  yang akan menyuguhkan pantai indahnya.
Ditengah jalan kami sempat mampir makan di salah satu resto yang ada di pinggir jalan.Kebetulan suaminya Nihonjin alias orang Japan ,jadi cocok banget dengan menu yang serba ikan seperti pindang ikan yang bikin lidah mengecap nikmatnya manis dan segarnya ikan bawal dan patin khas Lampung.
Selesai makan kami langsung jalan menuju tempat wisata pantai Mutun yang jaraknya tidak terlalu jauh bila di tempuh dari Bandar Lampung,sekitar kurang dari satu jam saja.Itupun sudah mampir makan juga hihihi...
Tujuan kami adalah menghitamkan kulit di pantai yang terletak di Pulau Tangkil.
Kami mengambil jalur penyeberangan dari pantai Mutun padahal bisa juga mengambil jalur penyeberangan yang lebih dekat yaitu dari TPI Lempasing.Tapi biarlah sekalian jalan jalan xixixi....
Sesampainya di pantai Mutun kamipun memarkir mobil dengan tarid Rp 15000 dan mulai mencari perahu untuk menyeberang ke Pulau Tangkil.
Setelah tawar menawar maka di sepakati pulang pergi dengan perahu ini kami dikenai biaya Rp 200.000 untuk 5 orang.Sebenarnya kemahalan sih karena biasanya kan tidak sampai 30 ribu untuk per orangnya.






Monday, November 30, 2015

Pulau Pasir Timbul Lampung,Surga Yang Muncul di Tengah Laut

Setelah seharian berenang dan mendayung kano menyusuri batas aman pantai  Sari Ringgung yang terletak di Desa Sidodadi Kec. Padang Cermin Kabupaten Pesawaran ,kami di tawari penjaga pondokan atau saung yang banyak bertebaran di sepanjang bibir pantai untuk mencoba mengarugi laut teluk Lampung sambil mengintari pulau pulau kecil yang ada.Si abang ojek perahu mengiming imingi kami dengan jernihnya air di sekitar Masjid terampung dan Pulau pasir Timbul.
Dan kami cukup membayar sebesar Rp 130000  saja untuk sewa perahu dengan kapasitas 15 orang PP.
Oke kami deal deh,biar suasana mendung dan di iringi rinai gerimis manis,kami semangat menuju dermaga yang terletak tidak jauh dari pintu masuk ke lokasi pantai Sari Ringgung.


Setelah sempat sholad ashar di masjid terampung Al Amanah,perjalanan naik kapal kecil ini kami lanjutkan dengan kekaguman yang luar biasa terhadap jernihnya air laut yang tanpa malu malu memperlihatkan kehidupan ikan yang menari nari diantara karang karang.Tapi maaf ya foto dan cerita  sepanjang siang di pantai sari ringgung plus cantiknya masjid terampungnya tidak ikut di tulisan ini,sabar ya teman,karena itu akan ada bahasannya sendiri.Biasalah biar ada bahan postingan gitu hahaha....




Waktu yang ditempuh kira kira satu jam dari Bandar Lampung menuju Pantai Sari Ringgung sebelum kita melanjutkan dengan naik perahu.Tiket  masuk untuk kendaraan roda empat dikenai biaya Rp.10.000,begitupun tiket untuk per orangnya juga di kenai sebesar Rp 10.000 juga.Agak mahal juga sih ,karena bila di bandingkan dengan tiket masuk Pantai Klara yang hanya di kenakan tiket masuk mobil saja dan penumpangnya tidak di hitung tapi sepaket,jadi berasa boros gitu.mode pelit langsung nyala wkwkwk...


                                     
Setelah sekitar 15 menit berperahu mulai tuh terlihat pulau kecil,eh enggak juga sih karena

Tuesday, October 20, 2015

Ada apa di Bamboo Village/Kampung Bambu Bandung??

Seringnya saya melihat link tautan tentang tempat tempat keren di kota Bandung  yang di rekomendasikan di laman situs dan sosmed,membuat saya semangat untuk mengunjungi tempat tempat tersebut ketika ada waktu libur
Salah satu tempat wisata yang menjadi tujuan kami  adalah Bamboo village .Kawasan wisata yang terletak di jalan Kolonel Masturi  Km 11 Situ Lembang Cisarua Bandung.Tempat ini selalu ramai dengan pengunjung.Hal ini di karenakan memang letaknya di daerah dingin dengan suasana alam yang menyegarkan


Untuk menuju ke kawasan bamboo village atau dusun bambu ini memerlukan perjuangan tersendiri menghadapi macetnya jalan raya menuju Lembang yang bisa memakan waktu 4 jam.
Karena kami dari Jakarta jadi rute jalan yang ditempuh adalah setelah keluar dari tol Cipularang kami tidak keluar dari gerbang tol Pasteur untuk menuju Lembang tetapi kami mengambil jalur rute keluar dari gerbang tol Cimahi.Setelah melewati Pasar Cimahi,ambil jalur ke kiri yaitu jalan Cihanjuang.Dari jalan ini tembus ke Jalan Kolonel Masturi.Di jalan ini kita akan melihat baliho kawasan wisata Dusun bambunya.Ini tips agar tidak

Wednesday, October 07, 2015

Tips Kala Menapaki jejak di Bore-Budur BoroBudur......


                    Menapaki jejak di Bore-Budur   BoroBudur ini merupakan kelanjutan dari cerita perjalanan di page Jogja sebelumnya.  Hari menjelang sore ketika kami meninggalkan kota gudeg Jogja untuk melanjutkan kearah kota Magelang  yang berjarak berkisar 40 km.
Menjelang magrib kami tiba kota Magelang.Kami memutuskan mencari penginapan yang dekat dengan tujuan perjalanan kami selanjutnya yaitu Borobudur,yihuiiii....                                                                                                                                                       
Sore itu kami Alhamdulillah bisa membaringkan tubuh disebuah kamar sejenis home stay disekitar Magelang setelah agak rempong menyisir penginapan yang ternyata pada penuh.Maklum akhir tahun,liburan panjang.Setelah nego dengan pemiliknya,dapat juga kami kamar yang lumayan besar dengan double bed plus kamar mandi dalam yang ada air hangatnya,Jadi lumayanlah bisa mandi mandi cantik dulu sebelum bobok hihihih....
Setelah menyantap sarapan pagi yang disediakan penginapan berupa pecel lele komplit kami bergegas untuk siap siap untuk berkemas.Selagi memasukan tas ke bagasi kami diserbu ibu ibu dan beberapa anak anak yang meupakan pedagang kaos khas borobudur.Belilah kami beberapa,hitung hitung untuk menyenangkan hati penjual dipagi hari.


3km arah Borobudur kami berhenti sejenak untuk melihat candi Mendut.Kami tak berlama lama disini karena kami takut terjebak macet menuju Borobudur nantinya.Jadi kami langsung jalan saja.Maklum menurut petunjuk dari sang pemilik penginapan,dan ini adalah juga merupakan tips loh beib...,yaitu

Wednesday, September 23, 2015

Rendezvous dikota Padang setelah 20 tahun .....


Perjalanan hari kedua kami sampai dikota padang april 2012 yang lalu yang sempat ngendon lama di draft akhirnya di publis juga,biar enggak bulukan hihihi....
Pagi itu setelah sarapan dan leyeh leyeh sebentar  diruang keluarga yang telah di rubah sedemikian rupa  dirumah kakak yang kebetulan akan mengadakan baralek gadang yaitu pesta besar dalam rangka menikahkan putri tertuanya besok hari saya menerima telpon dari teman teman jaman SMA dulu.



Walau saya sempat kasihan juga dengan suami yang merupakan full special driver di sepanjang perjalananan  dari ujung sumatera hingga kota Padang ini yang terlihat agak lelah juga.Tapi ternyata si dia tetap semangat untuk mengantar saya ber hahahihihi dengan teman teman sepermain waktu jaman muda dulu sepanjang siang nanti.
Selain itu ternyata suami tertarik sekali untuk sekalian menjelajah kota Padang yang merupakan kota dimana istri tercintanya dulu menghabiskan waktu masa abege keneh hihihi....   *ciyee uhuk..uhuk...

Monday, March 09, 2015

Malioboro,Bering Harjo,Vredeburg,Kraton *Jogja hari kedua


Tidak terasa sudah lama juga tidak mempublish draft jogja hari kedua,sangking sibuknya hahaha,halah alasan
okelah,mari kita lanjutkan membahas tentang perjalanan ke kota gudeg ini
Kita bahas satu satu ya cinn...
MALIOBORO
oya,setelah kami pindah ke hotel  di jalan Sosrowijayan yang tidak jauh dari Malioboro,maka paginya kami memutuskan tidak membawa kendaraan dan kami bertekad kuat *ceilahhh  bahwa hari ini kami akan mengintari jogja dengan gaya wong londo alias bule.
Taukan maksud gaya bule,ituu...jalan kaki qiqiqi
Karena masih pagi, udara masih segar dan jalanaan masih lenggang jadi kami bisa leluasa melototin setiap jengkal kawasan malioboro sekitarnya.
Ini termasuk salah satu tips bisa menikmati malioboro dengan santai loh...
Tujuan pertama adalah foto di tiang nama jalan malioboro.maksudnya biar bisa pamer pernah ke malioboro yang terkenal itu hahaha...
Karena masih lenggang jadi kami bebas boo...asikk semesta alampun mendukung pokoknya,yayy..
coba kalau sudang siang sedikit,wah bakal di senggol sengol kendaraan yang ramai lalu lalang  dikawasan ini.
tidak sia sia kami cepat cepat berkemas ninggalin hotel hahaha.....


                                                                Bersebrangan dengan jalan malioboro ada stasiun tugu,terlihat selintas nama jalannya pasar kembang.tapi anak anak kurang berminat untuk diajak melihat lihat daerah itu,mungkin karena terlihat seperti terminal atau stasiun jadi sudah ogah duluan.Ya udah kita berhenti ditengah jalan aja deh...*loh?  Ditengah jalan itu maksudnya tepat ditengah jalan antara jalan pasar kembang dan jalan malioboro.Dan sekali lagi kami bebas berfoto di dekat pembatas jalan yang merupakan

Friday, February 21, 2014

JoGJa, pertama menatap kotamu ....

Kami memasuki pinggiran kota Jogja sekitar jam 10 malam.Agak kemalaman karena keluar dari Purwokerto saja kami sudah  diatas jam 3 sore.Selain itu kami sering berhenti sejenak di beberapa lokasi.Jalur rute yang kami lewati adalah jalur selatan dari Bandung,melewati Tasik dan Ajibarang.Sedangkan dari Purwokerto kami lewat Kemrajen,Kebumen,Purworejo minggir ke Bengelen 


.
Sempat berhenti beristirahat di sebuah pom bensin sekalian sholad.Pom bensinnya unik karena arsiteksturnya mirip bangunan etnis tionghoa,begitupun untuk musholanya




Sampai Jogja kami memutuskan menginap di hotel kecil dekat daerah  Wates.
Kalau sudah malam sepertinya tidak memungkinkan untuk kami mencari hotel dikota yang tidak begitu kami kenal.
Hotel yang terlihat dipinggir jalan saja yang kami datangi untuk melepas lelah dan menbalas kantuk selama perjalanan.



Pagi pagi setelah sarapan,mandi dan beberes kami chek out dari hotel.Kami mulai acara hari ini menyusuri jalan menuju pusat kota Jogja.
Ternyata sarapan di hotel tadi

Thursday, February 20, 2014

Bersama di kaki Gunung Selamet Batur Raden Purwokerto......


Perjalanan dari Garut yang sudah sore menyebabkan kami sampai di perbatasan jawa barat danjawa tengah sudahlarut malam.Jam telah menunjukan angka 9 malam.maka kami memutuskan untuk mencari hotel disekitar daerah Ajibarang Wangon.Sepertinya efek kejebak macet di pintul keluar tol Purbaleunyi  membuyarkan rencana awal.

Tepat jam 10 malam kami menghentikan mobil di wisma atau penginapan yang banyak tersebar disepanjang sisi jalan raya ini.Walau maunya bermalam di Purwokerto tapi ngga sanggup melawan mata yang mulai byar pett hihihi.... jadi nginap di daerah Wangon.

Pagi pagi setelah sarapan kami pun bergegas menuju Purwokerto.Kami memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata Batur Raden(bukan batu raden loh.....)
Lokasi Batur Raden dari penginapan tadi terletak sebelum jalan menuju kota Purwokerto.Jadi langsung deh kami belok kiri menuju jalan arah Batur Raden.

Tepatnya berada di sebelah utara kota Purwokerto.Menuju tempat wisata yang terletak didaerah tinggi dengan sudut kemiringan sekitar 30derajat dan jalan yang tidak begitu besar,suami agak hati hati takut nyenggol mobil yang turun dari arah berlawanan.
Tapi walaubegitu kami menikmati sekali hawa dingin yang mulai menusuk spanjang jalan menuju keatas ,hmm...
Ternyata kawasan ini terletak tidak jauh dari lereng sebelah selatan Gunung Selamet.






Sampai dilokasi ternyata masih pagi saja tempat parkir mulai penuh.Dari tempat parkir kami berputar menuju lokasi.
Dari depan ketika sampai kita  akan disambut dengan gapura pintu masuk dengan loket penjualan tiket sebelah kiri .
oya,disitu ada patung semar gareng yang setia berdiri menyambut para pengunjung daripagi sampai pagilagi wkakakakak.....



 

Didepan pintu masuk sebelah kanan ada penjual sovenir yang menggoda,halahhh... dasar emak emak ngga bisa nahan pandangan hihihi
Untungnya suami dan anak anak langsung membunyikan pluit peringatan agar tidak buru buru berburu souvenir.Eit harganya muahal rek,ngga jadi ah sambil ngeloyor pergi...
ssttt...ada wifinya juga loh,lumayan biar bisa langsung update status deh ah  qiqiqiqi


 Kawasan obyek wisata Batur Raden ini mempunyai luas tanah keseluruhan sekitar 16,5 Ha, dengan luas lahan investasi 4 Ha.hmm...luas banget ya ...

Setelah melewati gerbang kita akan berhadapan dengan jalan yang disisinya terdapat sedikit sejarah Batur Raden.Terlihat ada kotak kaca yang berisi Harimau yang di awetkan.Apa ini harimau yang turun dari gunung Selamet yang punya ketinggian 673 meter itu ya??tertangkap dan diawetkan?kasihan banget...
Disampingnya ada denah dari areal kawasan ini,jadi difoto dulu biar jangan nyasar hihihi....




Setelah berjalan beberapa meter kita akan di suguhi 2 patung yang berpakaian baju jawa.Setelah didekati baru tahu ternyata patung ini simbol dua sejoli yang bikin sejarah nama Batur Raden ini berawal
Konon patung ini ini di umpamakan sebagai seorang pemuda bernama Suta,ia seorang pembantu laki laki (dalam bahasa jawa pembantu itu namanya Batur) dan patung seorang wanita itu adalah perwujudan dari seorang puti ningrat(ananknya adipati yang bergelar  ningrat  Raden)yang menjalin kisah romantis seperti romeo juliet dengan dibumbui tidak ada kata persetujuan.
Yang endingnya bisa ditebak yaitu mereka lari hingga ke daerah kaki Gunung Selamet ini hingga akhir hayatnya...ooh so sweet...





Dari patung simbol Batur  Raden kami mengambil arah menuruni tangga di sisi kiri.sikecil ribut mengajak masuk ke

Thursday, February 13, 2014

Nge-Racik Desa di Limbangan Garut

Seperti biasa akhir tahun kami selalu pulang ke Jakarta meninggalkan Lampung sejenak.
Libur bersama keluarga lengkap,karena akhir tahun adalah libur yang lumayan panjang untuk anak sekolah juga kampus.
Pagi pagi kami meruput melintasi jalan raya lintas Sumatera menuju pelabuhan Bakauheni
Peluit panjang bertiup menandakan kapal yaqng kami tumpangi siap meninggalkan pelabuhan.
Terlihat menara Siger di bukit sekitar pelabuhan begitu helau nian dengan warna kuningnya hmm...

Alhamdulillah kami dapat kapal yang lumayan bersih  dan tidak begitu ramai penumpang.Mungkin karena kami berangkat lebih awal.Bila siang hari sangat susah sekali dapat kapal yang nyaman.
Perjalanan ditempuh  sekitar 2,5 jam hingga merapat ke pelabuhan Merak Banten.
Untuk mengisi waktu biasanya kami keliling kapal bergantian,maklum kalau tidak begitu tempat duduk akan diisi orang lain.
Untuk menghangatkan perut pilihan jatuh pada mie instant cup dan kopi panas yang sengaja kami bawa bila bepergian.Kebiasaan yang ngga hilang sejak kami masih menetap di negri Sakura.
Termos yang bisa diisi air hangat atau es tergantung musim dimana kami sering melakukan perjalanan

Perjalanan  Jakarta Bandung lancar jaya hanya ditempuh tidak sampai 3 jam ketika kami tiba di pintu  tol gerbang PurbaLeunyi.tapi......