Thursday, January 19, 2017

Mengejar Sunrise View Point Mt. Bromo di Pananjakan Satu

Hotel di jalan raya bromo
Dari Surabaya kami menuju Probolinggo sekitar jam 10 pagi.Sempat rehat sejenak di kota Pasuruan.Sampai di Probolinggo Jawa Timur sekitar jam 1 siang sebelumnya sempat juga mampir berobat di puskesmas Nguling.Maklum diare yang di alami anak kedua belum menunjukan perbaikan sejak keberangkatan dari Jakarta beberapa hari yang lalu.
Sampai di rest area rumah makan Tongas Asri kami berbelok ke kanan arah kawasan wisata gunung Bromo.Ambil jalan terus ke atas arah Sukapura,melewati arah ke air terjun Madakaripura.Rencana awal ingin ambil penginapan di Cemoro Lawang tapi ketika berhenti dekat pom bensin kami di tawari homestay di sekitar situ dengan harga 1 kamar dengan dua tempat tidur dan kamar mandi dalam seharga 450 ribu dengan tv di luar kamar (itu setelah nego terakhir dari harga 550 ribu).

suasana warung makanan di tengah malam
Setelah survey tempat dan di pikir ulang sepertinya kurang sreg deh di hati.Walaupun lagi peak session tapi hasil blog walking harga ada yang di bawah itu.Maka kami pamit mau lanjut lihat ke atas dulu.Apalagi penawaran harga jeep dengan spot tidak lengkap untuk dinihari nanti harganya setelah tawar menawar dari 1 juta turun 850 ribu ngga mau goyang lagi.Mahal bingit...ah
Kalau hari biasa bisa cuma 450 ribu padahal mah.Selain itu kami ingin mencari penginapan agak ke atas agar tidak jauh untuk ke Penanjakan pagi besok.

Suasana pengunjung Pananjakan II

Ternyata kalau sabar sedikit dapat juga penginapan hotel kelas melati yang fasilatasnya lebih bagus dari homestay tadi dengan harga 200 ribu perkamar dengan fasilitas lumayan dan suasana lebih baik dari homestay sebelumnya.Perkamar 1 tempat tidur besar,lemari,kursi,tv,westafel,air hangat dan dapat sarapan pagi lengkap. Letaknya sekitar 300 meter dari pom bensin,di samping kantor polisi.Seberangnya ada Indomart.Kalau sore banyak yang jual makanan seperti sate dan soto.Oya kitapun bisa meminta untuk di carikan Jeep sewaan dengan pengelolah hotel.
Dan kami dapat deal Jeep untuk menjemput kami jam 2 malam untuk berberu sunrise di Bromo dan mengunjungi semua spot yang ada 
dengan harga 550 ribu.

 Jam 2 malam kami siap siap berangkat dengan menumpang jeep yang telah menjemput depan hotel.Perjalanan menunju lokasi puncak Penanjakan memakan waktu sekitar 1 jam lebih karena jaraknya masih 40 Km dari desa Sukapura ini.
Jalan mendaki dan berliku di tengah suasana dingin yang menusuk hingga tulangpun di mulai.Untungnya kami sore tadi sempat beli sarung tangan dan topi kupluk seharga 8 ribu per item di hotel.Harganya lebih murah daripada yang di tawarkan pedagang keliling.Bila tidak membawa jaket kitapun bisa menyewa di sini dengan harga 20 ribu.

Jeep yang kami tumpangi berhenti sebelum sampai di Pananjakan Dua sekitar jam 3.30.Karena masih gelap kami gunakan mampir di warung makanan yang banyak berjejer di sekitar perburuan sunrise.Lumayan api unggun kecil yang disediakan di depan warung,segelas teh hangat dan cemilan pisang goreng membuat badan menjadi lebi hangat.
Dari tempat parkir mobil menuju tempat ini sekitar 300 meter.Karena suasana yang gelap serta jalan yang sempit karena penuh jeep yang parkir membuat saya sempat jatuh terjerembab.Lumayan dengkul luka dan memar memar,emak...emak...lupa umur sejenak ya mak,jadi ngga hati hati.Liat jalan mak,eh tapi gelap ding hahahaha...
Penanjakan Dua ini pendakiannya sempit dan suasananya ramai.Setelah diskusi dengan suami kami berubah pikiran untuk ganti haluan berburu sunrise di puncak Pananjakan Satu yang jaraknya sekitar 3 km mendaki ke atas.Beruntungnya kami sudah wanti wanti dari awal agar dapat supir jeep yang bisa kerjasama dengan baik dalam mengantar kami.Jadi supir tidak masalah mengantar kami naik lebih ke atas dengan jeep.


Kami sampai puncak Panjakan Satu sekitar jam 4 subuh.Jadi kami putuskan untuk Sholad subuh dulu di mushola kecil yang berada di sisi anak tangga yang di sediakan untuk mendaki.

Karena kami berpikir di atas nanti kami tak mungkin bisa sholad subuh lagi karena sunrise jam 5.15 dan suasana yang ramai sekali di atas sana.
Setelah meniti anak tangga sampailah kami pada lokasi para pemburu sunrise yang terkenal itu.
Kilatan blizt kamera dan henpon yang hanya terlihat di kawasan ini.Suasana masih gelap.Puncak Bromo masih terlihat samar samar.
Seiring waktu langit gelap kelabu mulai memarkan warna putih lau pink dan ungu.warna langit jelang sinar matahari menerobos dari kejauhan.Dan......
Bromo mulai malu malu menampakan dirinya dengan di kalungi awan putih di lehernya.MasyaAllah indah sekali.
Maka suasana kagum mulai terdengar di sisi sisi kami.Suasana selfie dengan gaya mantap jiwa jadi pemandangan lumrah di kawasan puncak ini.

Akhir tahun sinar mentari tidak segarang dan seterang di pertengahan tahun,puncaknya musim panas.


Tapi Alhamdulillah walau suasana mendung dan gerimis ketika memasuki kawasan Bromo,ternyata di Bromo sendiri jangan khawatir akan di sambut hujan.Ternyata hujan jarang terjadi.Tapi kalau bicara suhunya,ya lumayan bikin menggigil dan bibir biru membeku hihihi...
Tidak terasa telah jam 6 pagi,maka kawasan puncak Pananjakan satu dengan ketinggian 2770 mdpl ini benar benar menyuguhkan gunung yang gambarnya sering di lihat di uang kertas pecahan  jaman kapan itu dengan indah jernih dan jelas.
Foto tidak maksimal di ambil karena hanya menggunakan henpon yang lagi lagi hanya tinggal satu saja yang berfungsi karena yang lainnya batere sekarat.
Begitupun kamera penunjuk batere berkedip merah,alamak...benar benar ngga hoki.Mungkin karena kelelahan selesai makan malam dan sholad isya kami langsung teler tertidur pulas dalam balutan jaket tebal dan selimut.
Setelah puas berfoto dan mengabadikan suasana kami berencana langsung turun.
Kami ingin melihat spot spot yang lain.
Ternyata ketika mata sudah jelas melihat dengan terang maka terpampang nyata betapa ramainya kawasan puncak penanjakan dua ini


Sempat berpoto di gapura Penanjakan yang subuh tadi tidak kami sadari keberadaannya.maklum suasana berjubel dan ramainya jasa penyewaan tikar yang terus menerus memepet kami agar mau menyewanya.

Tenaga untuk naik dan turun tangga itu ternyata berbeda ya untuk usia matang seperti kami ini.Kalah jauh gesit dengan anak anak yang enerjik dan lincah.
Lah saya,baru beberapa tangga mulai berasa lutut gimana gitu.
Dan sepertinya luka akibat jatuh mulai menunjukan tanda  tanda ke eksisannya,nyut...nyut..nyut hahahah.....


Sambil mengumpulkan tenaga sebagai pejalan saya paling suka ambil foto suasana di sekitar.

Nah ada yang menarik sepanjang tangga banyak yang menjual bunga abadi,bunga edelweis.
bunga yang telah di rangkai dan di bentuk dengan berbagai rupa.Harganya lumayan dari 30 ribu hingga 80 ribu.

Akhirnya sampai juga di perbatasan pendakian penanjakan Satu.Dari jauh terlihat gunung Semeru.Oya kalau tidak kuat jalan menanjakan dari parkir jeep kita bisa menggunakan jasa ojek yang ramai mangkal dan menjajakan jasanya sepanjang jalan.


Bayarnya ketika pulang saja,jangan ketika berangkat karena di khawatirkan kita lupa sama tukang ojegnya.Kalau abang ojegnya sih biasanya hapal dengan penumpangnya.
Harganya variatif tergantung kepiawaian menawar.Jadi bisakanlah menawar jika tak ingin membayar dengan harga yang lumayan mahal.
Oke sekilas pandang berburu sunrise di view point Panajakan Satu selesai,waktunya berburu pemandangan indah di spot selanjutnya.







**noted
Sebelum memutuskan ambil penginapan lebih baik bandingkan harga dulu dengan fasilitas yang ada.penginapan ada di desa Sukapura dan Ngadisari.Ngadisari lebih dekat dengan Puncak Pananjakan sekitar kurang lebih 5 km.
Tarif sewa jeep ada yang termasuk tiket masuk kawasan Bromo ada yang tidak.Bila tidak,anda membayar seharga 31 ribu perorang untuk turis lokal,untuk turis asing berkali lipatnya sampai 700 ribuan.
Bila memilih ojek dari parkiran mobil,tawarlah terlebih dahulu.bila perjanjian harga pp,maka bayarnya lebih baik ketika pulang.
Sebelum berangkat dinihari ,akan lebih nyaman tempelkan koyo salompas di pusar perut anda,lumayan bisa menghangatkan dan mencegah masuk angin.Maklum daerah kawasan Bromo ini mulai sore sering di selimuti kabut tebal yang dingin
                                                                                                            

Thursday, December 22, 2016

Menyibak Awan Menuju Kawah Putih Bandung


Perjalanan ke kawah putih ini sebenarnya cerita perjalanan akhir tahun 2 tahun yang lalu tapi berhubung karena kesibukan dan lain hal pos ini ngendon manis di draft hahaha...

Kami berangkat dari Jakarta menuju Bandung pagi sekitar jam 7 setelah sarapan.Rumah yang berada tidak jauh dari ring road tol luar kota memudahkan kami mencapai pintu tol cikampek cipularang.
Pokoknya keluar dari komplek perumahan langsung ambil jalur ke arah Bandung.
Kebetulan hari masih pagi jadi jalan masih lenggang.Dan 2 tahun lalu itu intensitas kendaraan tidak sepadat seperti tahun tahun belakangan ini.Masih enjoy banget menikmati tol yang lancar.Kalau sekarang jangan di tanya,apalagi setelah ada brexit,ampun deh Bandung Jakarta atau arah sebaliknya macet..cet..cet..

Total perjalanan Jakarta Bandung sekitar 3 jam hingga kami keluar dari pintu tol Purbaleunyi Kopo.Dari gerbang belok kanan ambil arah Soreang.
Keluar dari tol baru deh di siapin sabar yang banyak maklum di Kopo Sayati bakal dempet dempetan sama kendaraan lain,alias macet deh.Lamaan di sininya daripada di tol hahaha.
Ambil jalur arah Ciwidey karena temwis kawah putih ini berada di sekitar Ciwedey,satu arah dengan Situ Patenggang.
Dari jalan raya Soreang ini lurus aja,ikuti petunjuk jalan.Kalau sudah memasuki kawasan yang suasananya mirip puncak dengan hawa dingin mulai terasa berarti sudah mulai dekat.Apalagi sudah merasakan suasana temaram pohon pohon pinus di sisi jalan artinya anda memasuki wilayah Ciwidey yang romantis ti'is hahaha..
Bila sudah bertemu gerbang Kawah putih dan membeli karcis belasan ribu alias tidak sampai dua puluh ribu perorang anda bisa memulai menuju puncak asmara eh puncak yang ada kawahnya sejauh 5 km dengan di temani kabut yang menari nari sepanjang jalan yang menikung dan menanjak.Siap siap dengkul pegal nginjak rem dan kompling bila mobil ngga metic.Sensasi naiknya ini seperti menuju ke negri awan,cantik banget.



Di pintu masuk kita bisa parkir mobil dan dan bisa melanjutkan naik angkutan yang di sediakan pengelolah temwis ini,namanya ontang anting.bayarnya Rp 15.000 perorang pp.Tapi kalau mau bawa mobil ke atas bisa koq tinggal bayar uang parkirnya aja.Harganya lumayan sih.
Sampai atas setelah parkir mobil baru deh bisa agak lega membebaskan perut setelah di putar putar menuju puncak tadi.Untungnya tadi sempat makan dulu di jalan menuju Ciwidey jadi perut masih lumayan kuat di tempa dinginnya suasasana.
Sangking dinginnya tuh kabut ada di mana mana.Untung hatiku ngga ikutan berkabut.
Sebelum lanjut menuju kawah putih kami di sarankan memakai masker terlebih dahulu dengan membelinya di samping terminal ontang anting.
Nah pintar pintar nawar harga ya.Kalau bisa beli aja masker sebelum ke tempat ini.Masker di anjurkan karena bau belerang yang lumayan dari kawah.Bila mempunyai riwayat asma atau masalah pernafasan,mohon di jaga saja.
Penampakan ontang anting,kereta kencana munuju puncak yang serba terbuka.Dianjurkan pakai jaket atau baju tebal ya,takut kedinginan aja.Tidak di sarankan pakai you can see ya ,ntar masuk angin hihihi...


Anak anak bujangku mulai beraksi deh dengan maskernya.sangking seriusnya tuh masker di letakan di kepala.Takut nutupin kegantengannya kalau di wajah wkwkwk...
Fotonya sih senyum senyum aslinya sih kedinginan.Tapi gengsi bo,jaket di copot deh di mobil.
Nah setelah pakai masker mulai pendakian di mulai dari gerbang kayu ini.Letaknya tidak jauh dari tempat parkir.
Lumayanlah jalan mendaki sedikit,olahraga jantung biar sehat dan juga untuk menghangatkan badan di antara gempuran angin di hutan pinus puncak ini.




Setelah sampai di kawasan datar ada peta petunjuk area kawasan.
Jadi tergantung arah mana yang akan di tuju,ada arah petunjuk jalannya.Tidak terlalu sulit cukup bersahabat petunjuk arahnya bagi yang pertama ke sini
Dan ada musholanya juga,keren euy.ini yang bikin makin bersahabat buat kita kita untuk tetap berkomunikasi dengan sang Pencipta sesuai waktu yang di perintah.
Bageurrrr


Selain itu ada papan penjelasan yang berupa gambar keadaan lokasi yang ada.
Jadi kita bisa mengira ngira lokas yang pas,cakep  dan tepat untuk berfoto foto,eh..
Kan ngga lucu kalau kita datang ke temwis tapi ngga tau dan sempat mengabadikan suasana temwis yang indah gegara kurang info di mana spot paling asik dan okenya







Di area ini sebagian banyak tempat untuk keluarga atau rombongan pengunjung yang menggelar tikar sambil bersantap serta bercengkrama.asik memang suasanya memang mendukung sih.
Dan lihat tempat sampah ini cukup mencolok buat saya.secara pengelolanya sudah sadar banget dengan kebersihan.
Ini bisa di lihat dengan bersihnya area dari sampah yang biasa kita lihat di tempat wisata yang ramai pengunjungnya.





Oya selagi mata ini mengitari kawasan,telinga ini sama samar di belai oleh suara merdu nyanyian sunda.Ternyata ini berasal dari petikan kecapi di sauang kecapi.
Tangan si akang meuni gape pisan euy.Dentingannya serasa menusuk kalbu di tengah kalbu yang sedang mengharu biru,eleuh..eleuh..kunaon abdi kiyeuk hihihi..



Nah ini yang namanya peta kawasan terpampang nyata.Jadi siapa tahu ada yang sampai nyasar ke kawasan hutannya bisa balik lagi.












Setelah melihat lihat daerah puncak mulai kesabaran habis ingin buru buru turun ke bawah melihat kawah putih yang airnya hangat itu.
dari tadi cuma mencium bau khas belerang yang semerbak tapi belum lihat dengan mata kepala dari mana asal bau belerangnya.
Menuju ke bawah atau melihat kawah kita harus siap siap merasakan dengkul gemetar karen menuruni tangga kayu yang lumayan juga jaraknya.
Tangga ini di buat dua jalur.sebelah kiri untuk pengunjung yang kebawah dan sebelah kanan untuk pengunjung yang kembali ke atas,meninggalkan area kawah.
Ada jalur evakuasi juga.






Akhirnya sampai juga di area kawasan kawah,hurayyyy..
mulailah norak norak bergembira di mulai begitu melihat indahnya si kawah yang berasap
Dan kawahnya ternyata tidak putih seperti yang di bayangkan karena ada warna langit dan dasar danau yang menyebabkan kawah berwarna hijau toska,indah..








Maka mulailah kami menjelajahi sisi kawah ini.
Oya di beritahukan juga kepada pengunjung agar berhati hati dan patuh dengan aturan pengelolah.Bila ada pengumuman dari pengelolah tiba tiba kita harus siap sedia meninggalkan kawasan kawah yang mulai di buka jam 7 pagi hingga jam 5 sore ini.
Maklum kadar belerang yang berubah rubah menyebabkan pengunjung harus tetap waspada untuk siap meninggalkan kawasan sewaktu waktu.



Pemilihan lokasi spot yang tepat bikin foto foto yang di ambil semangkin keren.
Makanya ngga salah banyak calon pengantin yang ambil spot kawah putih ini sebagai lokasi sebagai background foto preweddingnya.
Indah dan romantis sih tempatnya.













Dan pemakaian masker memang bukan cuma buat gaya gayaan saja.karena kadar belerangnya yang lumayan terbawa angin.
Walau terkadang demi foto ya di copot dululah maskernya biar bisa senyum pepsodent,clink..









Walaupun tanpa pagar pengunjung tidak di perkenankan masuk ke dalam danau kawah ini ya.Memang tidak terlalu panas seperti mendidih tapi sebaiknya jangan melanggar aturan yang sudah tertulis.Apalagi sapai berenang renang ke tengah,malu ah.ntar di lihat orang.
lebih baik pasang wajah manis dengan senyum di pinggirnya saja.Dijamin ngga bakal basah







Oya di sepanjang jalan setapak di atas kawah ini di temukan banyak goa goa Belanda.
Goa goa ini di tutup dengan pagar kayu karen menghindari pengunjung yang ingin masuk ke dalam.
Karena tanah berbukit ini labil jadi mungkin untuk menghindari longsor



Ternyata sesuai pengumuman dari pengeras suara pengelola yang menganjurkan kita tidak boleh berlama lama di tempat ini.
Pengunjung harus segera naik ke atas untuk menghindari nafas sesak akibat bau belerang.
Dan kami mengalaminya apalagi ketika kadar belerang meningkat.
Agak berlari lari kami meninggal tengah danau menuju tangga ke atas karena dada yang mulai sesak.








Oya di tempat ini sering turun hujan tiba tiba.kadang hanya gerimis terkadang cukup deras.Bila tak membawa payung di bawah tangga banyak yang menyewakan payung.





Setelah mengantar anak anak ke atas dan makan panganan kecil dan minum kopi,saya sempat kembali ke bawah bersama suami dan anak anak yang besar.Biasalah mau ambil foto postwedding hahaha...
Suasana yang agak gerimis tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan hal hal romantis ,halah hahahah

Setelah udara semangkin dingin dan mulai gelap mendung kami memutuskan pulang turun ke parkir bawah lagi.Dan sempat berhenti sebentar di parkir bawah karena mobilnya menjadi panas.Ternyata hampir semua mobil dari puncak atas berhenti dengan kondisi yang sama.panas mesin.Mungkin karena jalan menurun di tengah negri awan yang gelap tadi penyebabnya.
Sambil nunggu mobil dingin beli stroberi , mochi dan dodol dulu di sini.
Lumayan buat oleh oleh dari kawah putih sebelum meluncur meninggalkan kawasan dingin ini.



Tuesday, November 01, 2016

Outbound di Taman Villa Bougenville Lembang Bandung



Bicara tentang Lembang Bandung,pasti kebayang dong udara yang sejuk dengan suasana yang alam banget.
Maklumlah karena ini merupakan kawasan puncaknya kota Bandung yang terkenal dengan temwis temwis yang laku keras untuk para turis lokal nusantara.Nah,kali ini kami ingin berbagi temwis dengan nuansa resort alam hijau yang cocok banget untuk kegiatan outbound.



Karena ingin mencoba treking maka setelah masuk ke area resort yang terletak di daerah perbukitan Maribaya kami mengambil jalur kiri di samping belakang vila vila yang ada.
Melalui jalan setapak yang sebagian sudah di lapisi beton kami memulai petualang dengan mulai menuruni jalan dari  ketinggian +/- 1.205 M DP menuju lembah yang berada dibawah.
saung peristirahatan yang berada di bibir lembah

Sepanjang jalan setapak kami di suguhi hijaunya pemandangan  Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda juga hamparan sawah yang aduhai bikin mata jatuh cinta

Selain itu lembah lembah yang terhampar ini mangkin cantik terlihat karena dikelilingi oleh gunung Bukit Tunggul.
Posisinya menghadap ke arah gunung Tangkuban Parahu. 
Dan asiknya lagi ketika berada di jalur penurunan lembah ada beberapa buah saung dengan posisi menghadap lembah cetakan sawah sawah nan hijau menghampar.
Sebenarnya sih pingin juga makan siang di sini sebelum lanjut turun ke lembah di bawah tapi di pikir pikir,sepertinya enakan di bawah saja,sekalian gempor memutari bukit menuju dasar lembah hahaha...                                                                                       
Setiba di bawah mulailah para alayer beraksi di hamparan rumput yang sepi

                         kursi lipat dan nasi bungkus andalan melawan rasa lapar dan dingin di dasar lembah

Setelah sedikit sport jantung menuruni jalan yang lumayan licin dan curam tibalah kami di dasar lembah dengan hamparan rumput luas.ada beberapa fasilitas permainan anak seperti ayunan dan sejenisnya.tersedia juga tempat cuci tangan dengan air sungai kecil yang mengalir dari area di atas.Maka di tempat inilah kami putuskan untuk istirahat,sholad,makan plus guling gulingan di rumput hijau,bersih dan luas ini



Mumpung lagi ngga ada pengunjung lain,asik juga teriak teriak sambil mendengar echo bergema di lembah

di lembah ini ada fasilitas hall, saung,kolam,lapangan luas,toilet yang ramah plus mushola 
 Puas di lembah yang pertama lanjut jalan ke arah dataran yang lebih tinggi lagi.
Dan ternyata kami menemui lagi kawasan yang hampir sama dengan dasar lembah yang sebelumnya,bedanya yang ini lebih ramai dengan bangunan dan fasilitas bermain anaknya.


Pasukan keluarga kotak kotak merahhhh
Selain banyak saung tempat makan,ada kandang ayam juga loh
Kawasan ini lumayan lengkap juga sejak di bangun sekitar tahun 1996 dan menurut keterangan di buka resmi untuk umum pada awal tahun 2004.
Daerah Kampung Cisarongge Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini memang kawasan vila vila.ini terlihat ketika kami menuju daerah ini setelah dari arah pasar Lembang lurus setelah masjid agung tadi.

di kawasan ini kami mencoba  flying fox hanya dengan lima belas ribu dan mendapat bonus bisa teriak sebebas dan sekeras yang di mau untuk menutupi kengerian meluncur dari ketinggian yang sebenarnya ngga tinggi tinggi amat hahaha..

Selesai area lembah yang ada kolamnya ini untuk kembali ke atas kami tak perlu mendaki secara manual karena tempat ini menyediakan mobil gratis untuk menuju ke atas.Kebayangnya mah tadi bakal babak belur mendaki ke atas dari bawah lembah ini,ternyata pengelola berbaik hati menyediakan fasilitas yang ternyata sebenarnya alat tranportasi turun  atau naik dari lembah di kawasan ini.cuma yang tadi itu kami coba jalan kaki lewat jalur lain

     Ngumpul deh pasukan kotak kotak merah loversnya 


Ada banyak pohon jeruknya juga di sini

Mobil menurunkan kami di area atas alias sejajar dengan area depan.Di kawasan inilah  pondok pondok penginapan vila yang bermacam jenis dan tentu harganya itu berada.Di sisi pinggir ada taman yang juga berisi fasilaitas bermain anak dan kursi kursi di taman.Dan tempat ini di naungi atap dari bermacam bunga rambat.Dan kalau mau berjalan sedikit ke arah jalan menurun di ujung kawasan sebelah pohon jeruk ternyata ada jalan setapak di atas lembah yang berbeda lagi,wah keren pisan euy ceuk urang bandung mah hihihi...
Kawasan serba berbunga warna warni,atap gapura pagar penuh bunga,horeee
di depan kamar kamar vila yang sejuk
Selesai mengintari pavilium  pondokan vilanya hari ternyata makin sore dan suasana dingin mulai kerasa di kulit.Sepanjang jalan setapak beratapkan lagi lagi bunga bunga merambat kami berhenti duduk sejenak karena si kecil ingin mencoba fasilitas permainan anak anak.
Memang recomended deh tempat ini buat anak anak karena dimana  mana banyak bertebaran tempat bermain anak,dan yang paling kami sukai itu fsilita toiletnya yang menyebar dan lumayan.
teras office

Lihat daftar harga sewa kamar vila ini jadi kepikiran ingin ke sini kembali sekalian menjajal menginap di sini rama ramai rombongan keluarga,pasti seru bisa outbound bersamakeluarga di tempat senyaman ini,ah
 
salah satu jenis vila yang di sewakan untuk rombongan




Sangat memuaskan sekali menghabiskan hari di tempat ini,dengan masuk harga karcis hanya sepuluh ribu rupiah saja sudah bisa menikmati tempat yang nyaman dan tidak terlalu crowded seperti biasanya bila mengunjungi temwis sekitaran kawasan Lembang.Keluar pintu gerbang dengan di iringi kabut yang mulai memayungi gunnung Tangkupan Perahu,si emak menyempatkan diri beli hasil kebun yang segar dan murah murah di toko toko petani setempat,asikk...

Tuesday, February 02, 2016

Mendengar angin Berbisik di Puncak Bumi Skala Begak


Provinsi Lampung memang terkenal dengan pantai pantai indahnya,tetapi ternyata Lampung juga memiliki kawasan puncak yang sejuk.Lengkap dengan pameran lembah dan bukit bukit hijau yang berhias kabut yang lumayan bikin menggigil.
Dan kali ini di bulan Januari yang basah,saya berkesempatan mengunjungi daerah yang merupakan salah satu daerah berciri khas dengan suhu dinginnya dan keindahan kontur penampakan buminya.
Masjid Jamii Aminatul Jannah Kawasan Puncak di rest area bumi Skala Begak Kecamatan Sumber Jaya,Way Tenong Lampung Barat


Lampung Barat ini berjarak ratusan kilometer dari ibukota povinsi bandar Lampung.Memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam,tergantung situasi lancar atau tidaknya.