Wednesday, November 28, 2012

Bermandi pasir di Pulau Kelagyan Lampung

Biasanya ketika mendengar kata Lampung maka yang terbayang oleh orang yang belum pernah ke provinsi ini adalah suatu daerah yang banyak hutan belantaranya atau bisa juga langsung terpikir tentang gajah yang pintar di sekolah khusus gajah yaitu Way kambas.
Sebenarnya Lampung itu banyak kawasannya berbatasan dengan pantai pantai yang indah. Seperti Pantai Pasir Putih, Selaki, dan Mutun dan yang lain, selain itu ada juga pantai alami dengan gerombolan Lumba-Lumba liar, yaitu pantaiditeluk Kiluan .

Tapi ketika liburan kali ini yang kebetulan kami tidak pulang ke jakarta sebagaimana  biasanya tetapi malahan anak anak dikunjungi  oleh MbahPutri,Om & sepupunya.
Untuk memperkenalkan Lampung kami mengajak mereka untuk berwisata bahari.Karena kami tinggal di Bandar Lampung yang  kebetulan  kotanya banyak terdapat pantai yang indah maka kami memutuskan untuk melewati  hari dengan bermandi pasir dipantai.

Tujuan kali ini ke pantai klara di daerah  Padang cermin yang jaraknya bisa ditempuh kurang 1 jam dari tempat tinggal kami di daerah Rajabasa.





Dari Bandar Lampung Tanjung Karang kita bisa melewati jalan yang menuju Teluk betung bagian utara,yaitu dari jalan ikan tenggir kita ambil arah ikan sebelah yang menuju jalan RE Martadinata terus saja sampai menuju arah yang Padang cermin,Hanura.karena pantai klara ini terletak persis di pinggir Jalan Raya Way Ratai, Desa Ketapang, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Jalan beraspal lumayan halus.

Sepanjang jalan menuju kesana kita akan melewati beberapa tempat wisata pinggir pantai seperti merak belatung,pantai gading,pantai mutun.Jadi jangan sampai salah masuk ya....

Ketika m
elewati pasar Hanura  kita bisa membeli makanan di banyak rumah  makan.selain rasanya enak ,bersih & murah.membeli bekal itu lebih praktis daripada membawa dari rumah.

Bila telah Melewati gerbang pangkalan TNI AL dan dermaga di sekitar Padang Cermin,siap siap saja karena sudah hampir dekat  tiba di lokasi yangdimaksud. 
 Pantai indah yang pertama, Klara II namanya jadi mobil tetap melenggang  jalan, setelah beberapa ratus meter, tibalah di pantai yang dimaksud yaitu Pantai Klara.




Mengenai tiket masuk, katanya sih per orang dikenai tarif Rp 7.500. Kendaraan bermotor Rp 15 ribu dan mobil Rp 25 ribu.Tapi biasanya kendaraan kami dihitung Rp15000 tampa dihitung jumlah penumpang.

Pantai Klara ini merupakan salah satu objek wisata bahari yang ditawarkan Kabupaten Pesawaran.

Nama Klara sendiri diambil dari kependekan dari Kelapa Rapat. Dimana lokasi pantai ini sangat banyak pohon kelapa yang jaraknya berdekatan sehingga membentuk kanopi atau peneduh bibir pantai. Lokasinya pantai Klara sangat aman tepat di teluk Lampung menghadap Barat Daya. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Bandar Lampung (+ 25km),

 Setelah parkir mobil   didekat sebuah  gubuk yang Rp 25000 kami bisa sepuasnya memakainya.Seperti biasa anak anak  mulai menceburkan dirinya  ke pantai.
Disini biasanya  kita bisa menyewa kano Rp15000/jam, atau  naik perahu.


Siang ini kami ditawari untuk menyebrang kepulau Kelagyan dengan perahu boat .Dengan harga Rp100.000 untuk tujuh orang.Waktunya terserah kita,atau tergantung perjanjian.Artinya dengan harga ini sudah termasuk berangkat & pulang dari pulau tersebut.
Karena belum pernah kepulau itu akhirnya kita memutuskan untuk mencoba menyebrang kesana.




Dengan perahu  ini kami menyebrang ke pulau.Sistem sewanya antar  jemput.Jadi tinggal janjian saja sama  yang punya perahu kita ingin di jemput   lagi jam berapa.Kita bisa puas  menikmati semua keindahan dipulau seberang.




Ternyata benar.......
Pulau Kelagyan ini lebih indah dan bersih.Pantainya yang putih dan dipagari bukit hijau dibelakangnya sungguh merampas rasa kagum kami yang ada he..he..he...

Pulau Kelagyan ini ternyata bisa menjadi tujuan wisata snorkeling loh..
Baru tahu ternyata dengan harga Rp 300.000 kita sudah bisa menikmati keindahan bawah laut seperti karang yang beraneka bentuk dan hewan-hewan bawah laut yang sangat jarang kita  jumpai.



Tapi kali ini kami tidak ingin bersnorkeling karena tidak ada persiapan.mungkin lain waktu ingin mencobanya.

Cukup bermain di pantainya yang indah,itu sudah cukup puas.Apalagi karena pantai ini tidak seramai dipantai klara diseberang tadi.Jadi cukup leluasa bersenda gurau dengan pasir dan ombak yang genit memainkan pasir pasir dipantai.Bisa dikata pantai kelagyan ini sifatnya tidak terlalu umum sekali  karena untuk kepantai yg ada dipulau kecil ini hanya untuk orang orang yang mau  menyebrang saja kesini




Berenang.berlari lari diantara butiran pasir dan kemilau air laut yang anggun bisa melupakan betapa sebenarnya siang itu sungguh terik


Sikecil senang sekali   walau hanya bermain dibibir pantai walau tanpa harus  berenang agak ke tengah laut  seperti kakak kakaknya  yang lain


Adam bersama Mbah putri  menikmati kopi  hangat  & camilan kecil untuk mengganjal rasa lapar



Pohon pohon waru disepanjang bibir pantai sangat  berguna ketika terik mentari menyinari  siang yang terang.sejuk duduk  duduk  dibawahnya sambil   melihat anak anak di  laut




walau begitu
kemilau gemerlap mentari & pasir putih
gugur & tersapu ombak,
membuatnya tetap cantik.....
@taken by mamanya3adnan — di Pantai pulau Kelagyaan Lampung.



Daun daun yang berserakan terlihat  begitu  beda  diantar pasir putih pantai.....



Pantai yang jarang dikunjungi orang membuat pantai ini masih bersih sekali dibandingkan dengan pantai pantai yang menjadi tujuan wiasat yang ada.
Dipantai ini juga sering digunakan untuk acara acara pelatihan tertentu.Sesekali melintas banana boat denganpenumpang yang heboh.



Mama  dan abi  asik berfutu futu,jadi pingin nyanyi 

"Hateshinai ....
ao no mukou e
Bokutachiro mirai wa hiro garu,
Beautiful day ....
Kimi to boku ga koko ni iru
Hashi tabun dake michi wa no miru kara ...




Horee...  dapet ubur ubur,bintang laut,dan ikan kecil.Seperti  biasa kalau sudah kepantai hobinya pasti  nangkepin yang  begitu.


 Asiknya  bisa  bermain  bersama,menuliskan kata kata di pasir yang akan lenyap   ditelan ombak kecil yang  datang


senangnya si  kecilku


 berlatar deretan  bukit   hijau  disepanjang  pinggir pantai



Membuat istana pasir yang rapuh.....



Minuman yang harus ada jika kita beraktivitas  diluar  ruangan  & banyak mengeluarkan cairan


Betapa senangnya keponakanku,padahal beberapa  bulan yang lalu ibunda tercinta pergi untuk selama lamanya.sungguh  liburan kali  ini juga untuk melupakan sejenak kesedihan dan duka di hatinya




Setelah hari beranjak sore kami pun kembali pulang keseberang.
Walau pergi kemana saja diwaktu jamnya sholad  maka tiada alasan untuk  tidak melaksanakannya.
Sebelum kembali pulang kerumah akhir siang hari itu kami semua sudah kenyang,mandi,sholad  setelah puas bermandi pasir  di pantai sebuah pulau kecil yang istimewa yaitu pantai pulau kelagyan.

Monday, January 17, 2011

Wisata kuliner diparkir timur Senayan

Ketika mendapat info ada acara kuliner yang diadakan oleh sebuah produk kecap terkenal dilapangan parkir timur Senayan kita langsung acc untuk mampir kesana tampa basa basi padahal untuk emndekati areal tsb kebayang dong 'macet'nya gimana????

Diperapatan pasar minggu kendaraan mulai terasa sesak dan padat sepertinya dihari libur ini mereka lebih banyak tertarik mengunjungi kebun binatang di Ragunan


Diputaran dekat bundaran air mancur senayan saya tertarik untuk memotret patung Pemuda Membangun yang konon dibuat oleh team pematung yang tergabung dalam Biro ISA (Insinyur Seniman Arsitektur) di bawah pimpinan Imam Supardi.Nama tenar dari patung ini ‘pizza-man’ karena bentuknya yang seperti orang yang sedang membawa pizza ha..ha..ah...ada ada saja.

Dari literatur yang saya baca patung Pemuda Membangun ini mencerminkan seorang pemuda dengan semangat menyala-nyala membawa obor.Sedangkan makna obor di atas adalah sebagai alat penerang dan artinya secara filosofis adalah untuk menerangi hati yang gelap. Pemuda hendaknya mengambil peranan secara aktif dalam pembangunan. Pertisipasi pemuda dalam pembangunan dangat diperlukan karena di tangan pemuda-lah terletak hari depan suatu bangsa.


setelah kami gagal masuk melalui pintu parkir barat dan timur yang aksesnya ditutup karena ada acara akhirnya bisa juga kami menebus kemacetan jelang pintu masuk gelora bung karno

Karena parkir yang penuh ibu dan anak anak turun dulu tepat didepan lapangan di adakannya wisata kuliner kecap b...secara kalau musti turun ditempat parkir yang belum jelas tempatnya,kebayang kan jalan panas dengan berdesak desakan dibawah terik yang menyengat diawal tengah siang.Jadi kesimpulannya abi saja yang kita korbankan untuk membawa mobil hingga tempat parkir didekat masjid di sebelah timur,tapi ternyata 2 jagoan yang besar mau menemani kelelahan itu,ya....akhirnya mamanya 3adnan bersama si bungsu menunggu didepan sebuah panggung musik didepan lapang yang ramai he..he..he..ternyata ada seorang artis yang lagi jadi reporter sekaligus brand ambasador produk kecap didekat kami,ternyata dia juga kakinya menyentuh tanah juga toh???qi..qi..qi...


setelah kami berkumpul lagi kita sepakat untuk mencicipi makanan nusantara yang aromanya telah tercium sejak mobil kita memasuki kawasan ini.aroma yang membuat penghuni perut kami berdemontrasi dengan semangatnya.ada soto sulung,bebek bakar penyet sambal ijo,bermacam macam sate,makanan khas daerah yang menggoda..pokoke betul betul bikin kita keblinger untuk mengantri agar bisa menikmati semua menunya.harganya lumayan terjangkau jadi semuanya mo dicicipin.
Dan inilah wajah orang orang yang kekenyangan itu wka..ka..ka..

Sangking kalapnya kita makan sampai kita lupa untuk mengabadikan semua makanan itu.hanya foto martabak mesir khas kota padang atau yang dikenal dengan roti cane inilah yang sempat difoto he..he..he..secara makanan ini di pesan dikala kita sudah kekenyangan dan lagi istirahat setelah sholad zuhur di masjid tadi

Anak anak setelah sholad di masjid al Bina di lingkungan gelora bung karno.Untung ada masjid di area ini kalo tidak jadi berantakan dong acara khusus bercengkerama dengan Sang Pencipta yang teramat istimewa di tengah siang ini.

walau ditengah hiruk pikuk kehidupan dunia yang tak ada habisnya berkomunikasi dengan DIA adalah jedah indah untuk menyegarkan kembali ruhani dari debu dunia yang melelahkan.Kebiasaan yang tak mungkin kami tinggalkan sejak kami melangkahkan kaki berjalan dimuka bumi yang sekalipun tak ada masjidnya.Jadi setelah kami kembali ke negeri yang dimana rumah Allah bertebaran anak anak tetap kami giring kembali kesana di tiap telah masuk waktunya


setelah kembali menunaikan ashar kami baru meluangkan waktu ke pameran buku yang diadakan di bawah masjid.Lumayan kalo tadi wisata kuliner sekarang mari nak..kita buka jendela dunia dengan membaca......

Menuju keluar dari kawasan area parkir timur senayan di depan gerbang gelora bung karno,sayonara ne.......


Akhirnya kita keluar dari kawasan gelora bung karno dari pintu satu depan parkiran masjid dan ternyata mobil sudah mengular untuk masuk ke area ini.Wah... kita selamat dari kemacetan pulang.karena sepertinya mereka baru datang he..he..he...

Senja yang padat menebus kepadatan lalu lintas jakarta menuju rumah,kebayang mandi dengan air yang dingiiiiiin hmmmmmmmmmmmm pasti segerrrrrrrrrrr menghapus semua debu polusi jakarta yang ............

batavia

Walau sering melintas disekitar monas terus terang sejak anak anak besar ternyata kita tidak pernah mampir lagi ke monas.Dan ketika ditanya ke anak anak apakah mereka ingat kapan terakhir kali singgah di monas mereka sudah tak ingat


Ternyata ketika kita sampai dimonas kala pagi itu,suasanannya ramai.Walau ramai monas tidak dibuka fasilats untuk naik ke menaranya.huuuuuu.........pengunjung kecewa.padahal kita mo lihat jakarta dari puncak Monas yang katanya didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961 dan sekarang menjadi salah satu icon jakarta. padahal kita sudah sampai di pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro tapi kok tutup. "kita akan melalui lorong bawah tanah untuk masuk ke Monas",jelas saya pada anak anak tapi kali ini kita tidak beruntung untuk bisa masuk ke monumen yang tingginya sekitar 132 m ini. Anda pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas bagian utara.

Didepan monumen nasional ini ternyata ada acara live dari Republik Cinta asuhan om A.Dhany lagi manggung untuk memeriahkan hari say no 4 drug/narkoba.Beuuuh panas panas gini orang pada berkerumun alahhh....susah amat nih hidup ya enakan nonton dari TV aja lah yaoooo kata anak anak kompak wka..ka..ka..




Berlatar belakang monas walau agak buram karena pencahayaan yang melawan teriknya sinar matahari tapi foto kali ini berhasil mengambil penuh menjulangnya si monas yang
rancang bangun tugunya konon berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadi yaitu Lingga dan Yoni. Dimana tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif, serta melambangkan malam hari. Lingga dan yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang "alu" dan "lesung", alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Monumen terdiri atas 117,7 meter obelisk di atas landasan persegi setinggi The 17 meter, pelataran cawan. Monumen ini dilapisi dengan marmer Italia.



Menurut sejarahnya Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.Dan kalau malam kita bisa lihat kuningnya warna emas(emas asli) dipuncak monas yang cantik ditimpa temaran sinar lampu.katanya hadiah dari seorang konglomerat Aceh yang beratnya kiloan hmmmm sambil bayangin coba dijadikan perhiasan,bakal bungkuk nih badan keberatan wka..ka..ka..


Akhirnya kita putar arah ke pasar baru yang dijadwalnya lagi ada festival di tempat ini.Walau macet dan susah cari parkir akhirnya bisa juga kita masuk area yang terkenal dengan toko textilnya.
Topnya "Passer Baroe"/pasar baru sudah diketahui di masa Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) dulu. Daerah "Passer Baroe" dulu tidak hanya dikenal sebagai daerah elite karena berada tidak jauh dari kawasan Rijswijk (Jalan Veteran) yang dibangun pemerintah Kompeni Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia. Ya, sekarang ini mirip kawasan Menteng atau Pondok Indah.

Dan seperti biasa emak emak ketemu pasar wah...langsung kalap hinggap ketoko satu dan ketoko lain yang didepannya banyak tulisan "sale" atau "obral besar"
para lelaki masuk ke area toko elektronik yang baru di buka di plaza yang baru.Dan tidak ketinggalan mencoba sepatu yang banyak ditawarkan di beberapa toko.Eh tempoe doeloe pasar baru juga terkenal dengan toko sepatunya loh...

Dan sebagai pusat perbelanjaan tertua di Ibu Kota Jakarta. Pasar Baru memiliki agenda tahunan – saban ulang tahun Jakarta, 22 Juni – Pasar Baru ikut nimbrung dalam sebuah kemasan yang dinamakan "Festival Passer Baroe". Sayangnya, "Passer Baroe" — begitu dulu dinamakan orang, kini dikenal sebagai Pasar Baru — perlahan-lahan mulai tampak kalah pamor menyusul menjamurnya pusat perbelanjaan modern seperti mal dan plaza yang menampung kerakusan belanja warga Jakarta.



Foto dilatar belakang Festival Pasar Baru. Pasar yang dibangun pada zaman Belanda ini biasanya pada festival tampil berbeda selama tiga hari.
Tak hanya makanan tradisional disajikan di sana tapi ada juga pameran lukisan. Lukisan-lukisan ini merupakan karya seniman jalanan yang biasa mangkal di sekitar Pasar Baru. Jadi stelah puas nyambangi toko-toko yang memberikan diskon khusus bagi pengunjung kita rehat sebentar disini sambil diselingi menikmati jajanan khas jakarta seperti kerak telor


tidak terasa zhuhur mulai menipis alias diujung siang jadi kita buru buru keluar dari pasar baru dan menuju masjid istiqlal untuk sholad zuhur

Akram dan azzam bermain main sejenak sambil mendengar khotba dari pengurus masjid sebelum masuk waktu ashar.
Kita memutuskan menunggu ashar yang tinggal 30 menit lagi sambil zikir dan melemaskan kaki yang lumayan pegal jalan dari pagi.Jarang kan kita sholad di masjid yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Didalam masjid sambil memandangi sentuhan art yang menghiasi hampir disetiap sudutnya
Ternyata arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban yang juga sukses menjadi tim arsitek monas. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah.


Sayang megahnya kubah masjidnya yang berdiameter hingga 45 meter yang berwarna putih itu tak terlihat jelas diphoto.


Setelah sholad zhuhur dan ashar ditunaikan kami berjalan keliling area masjid ini.Lalu ngaso sebentar sambal makan pop mie yang kami bawa dimobil jika lagi jalan berikut termos air hangat,kopi,termos air dingin.ini antisipasi kelaparan ditengan kemacetan jakarta seblum ketemu resto atau tempat makan yang di maui anak anak.

Tetap ibu dan anak anak mengabadikan diri di setiap tempat yang disinggahi hi..hi..hi..merah merah....go..go..go...siapa takut

Didepan atau atas jembatan kali ciliwung yang membelah kota jakarta didepan masjid. dari sini terlihat megahnya gereja katedral didepan jalan ini,hmmm terlihat konsep keharmonisan antar agama. 2 bangunan megah simbol keagamaan yang saling berhadapan terlihat indah.....

Terlihat gedung gereja yang dibangun pada 1901 dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Selesai putar putar kota tua di batavia akhirnya setelah magrib kita langsung dengan kalapnya menghabiskan menu chicken tofu nana sen,beef teriyaki dan beef yakiniku ,kidzu bento untuk akram yang dipesan di hoka hoka bento,secara kelaparan panjang karena alasan kelasik yaitu kemacetan jakarta.masuk sebuah mall dan langsung .....onaka ga suita dakara.....pokoke balas dendammmmmmmmmmmmmm