Monday, January 17, 2011

batavia

Walau sering melintas disekitar monas terus terang sejak anak anak besar ternyata kita tidak pernah mampir lagi ke monas.Dan ketika ditanya ke anak anak apakah mereka ingat kapan terakhir kali singgah di monas mereka sudah tak ingat


Ternyata ketika kita sampai dimonas kala pagi itu,suasanannya ramai.Walau ramai monas tidak dibuka fasilats untuk naik ke menaranya.huuuuuu.........pengunjung kecewa.padahal kita mo lihat jakarta dari puncak Monas yang katanya didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961 dan sekarang menjadi salah satu icon jakarta. padahal kita sudah sampai di pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro tapi kok tutup. "kita akan melalui lorong bawah tanah untuk masuk ke Monas",jelas saya pada anak anak tapi kali ini kita tidak beruntung untuk bisa masuk ke monumen yang tingginya sekitar 132 m ini. Anda pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas bagian utara.

Didepan monumen nasional ini ternyata ada acara live dari Republik Cinta asuhan om A.Dhany lagi manggung untuk memeriahkan hari say no 4 drug/narkoba.Beuuuh panas panas gini orang pada berkerumun alahhh....susah amat nih hidup ya enakan nonton dari TV aja lah yaoooo kata anak anak kompak wka..ka..ka..




Berlatar belakang monas walau agak buram karena pencahayaan yang melawan teriknya sinar matahari tapi foto kali ini berhasil mengambil penuh menjulangnya si monas yang
rancang bangun tugunya konon berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadi yaitu Lingga dan Yoni. Dimana tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif, serta melambangkan malam hari. Lingga dan yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang "alu" dan "lesung", alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Monumen terdiri atas 117,7 meter obelisk di atas landasan persegi setinggi The 17 meter, pelataran cawan. Monumen ini dilapisi dengan marmer Italia.



Menurut sejarahnya Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.Dan kalau malam kita bisa lihat kuningnya warna emas(emas asli) dipuncak monas yang cantik ditimpa temaran sinar lampu.katanya hadiah dari seorang konglomerat Aceh yang beratnya kiloan hmmmm sambil bayangin coba dijadikan perhiasan,bakal bungkuk nih badan keberatan wka..ka..ka..


Akhirnya kita putar arah ke pasar baru yang dijadwalnya lagi ada festival di tempat ini.Walau macet dan susah cari parkir akhirnya bisa juga kita masuk area yang terkenal dengan toko textilnya.
Topnya "Passer Baroe"/pasar baru sudah diketahui di masa Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) dulu. Daerah "Passer Baroe" dulu tidak hanya dikenal sebagai daerah elite karena berada tidak jauh dari kawasan Rijswijk (Jalan Veteran) yang dibangun pemerintah Kompeni Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia. Ya, sekarang ini mirip kawasan Menteng atau Pondok Indah.

Dan seperti biasa emak emak ketemu pasar wah...langsung kalap hinggap ketoko satu dan ketoko lain yang didepannya banyak tulisan "sale" atau "obral besar"
para lelaki masuk ke area toko elektronik yang baru di buka di plaza yang baru.Dan tidak ketinggalan mencoba sepatu yang banyak ditawarkan di beberapa toko.Eh tempoe doeloe pasar baru juga terkenal dengan toko sepatunya loh...

Dan sebagai pusat perbelanjaan tertua di Ibu Kota Jakarta. Pasar Baru memiliki agenda tahunan – saban ulang tahun Jakarta, 22 Juni – Pasar Baru ikut nimbrung dalam sebuah kemasan yang dinamakan "Festival Passer Baroe". Sayangnya, "Passer Baroe" — begitu dulu dinamakan orang, kini dikenal sebagai Pasar Baru — perlahan-lahan mulai tampak kalah pamor menyusul menjamurnya pusat perbelanjaan modern seperti mal dan plaza yang menampung kerakusan belanja warga Jakarta.



Foto dilatar belakang Festival Pasar Baru. Pasar yang dibangun pada zaman Belanda ini biasanya pada festival tampil berbeda selama tiga hari.
Tak hanya makanan tradisional disajikan di sana tapi ada juga pameran lukisan. Lukisan-lukisan ini merupakan karya seniman jalanan yang biasa mangkal di sekitar Pasar Baru. Jadi stelah puas nyambangi toko-toko yang memberikan diskon khusus bagi pengunjung kita rehat sebentar disini sambil diselingi menikmati jajanan khas jakarta seperti kerak telor


tidak terasa zhuhur mulai menipis alias diujung siang jadi kita buru buru keluar dari pasar baru dan menuju masjid istiqlal untuk sholad zuhur

Akram dan azzam bermain main sejenak sambil mendengar khotba dari pengurus masjid sebelum masuk waktu ashar.
Kita memutuskan menunggu ashar yang tinggal 30 menit lagi sambil zikir dan melemaskan kaki yang lumayan pegal jalan dari pagi.Jarang kan kita sholad di masjid yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Didalam masjid sambil memandangi sentuhan art yang menghiasi hampir disetiap sudutnya
Ternyata arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban yang juga sukses menjadi tim arsitek monas. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah.


Sayang megahnya kubah masjidnya yang berdiameter hingga 45 meter yang berwarna putih itu tak terlihat jelas diphoto.


Setelah sholad zhuhur dan ashar ditunaikan kami berjalan keliling area masjid ini.Lalu ngaso sebentar sambal makan pop mie yang kami bawa dimobil jika lagi jalan berikut termos air hangat,kopi,termos air dingin.ini antisipasi kelaparan ditengan kemacetan jakarta seblum ketemu resto atau tempat makan yang di maui anak anak.

Tetap ibu dan anak anak mengabadikan diri di setiap tempat yang disinggahi hi..hi..hi..merah merah....go..go..go...siapa takut

Didepan atau atas jembatan kali ciliwung yang membelah kota jakarta didepan masjid. dari sini terlihat megahnya gereja katedral didepan jalan ini,hmmm terlihat konsep keharmonisan antar agama. 2 bangunan megah simbol keagamaan yang saling berhadapan terlihat indah.....

Terlihat gedung gereja yang dibangun pada 1901 dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Selesai putar putar kota tua di batavia akhirnya setelah magrib kita langsung dengan kalapnya menghabiskan menu chicken tofu nana sen,beef teriyaki dan beef yakiniku ,kidzu bento untuk akram yang dipesan di hoka hoka bento,secara kelaparan panjang karena alasan kelasik yaitu kemacetan jakarta.masuk sebuah mall dan langsung .....onaka ga suita dakara.....pokoke balas dendammmmmmmmmmmmmm

Tuesday, December 14, 2010

Bogor yuk..........


Pulang ke Jakarta kali ini hanya sebentar waktunya jadi kita memuaskan diri jalan jalan terus setiap hari.Sampai orang rumah protes karena kita sampai di rumah ketika malam mo bobok aja wke..ke..ke...Padahal orang rumah kangen karena kami jarang bisa berkesempatan kumpul keluarga.Tapi itulah kami sejak anak anak masih kecil baik ketika tinggal di negri orang hingga pulang lagi ke tanah air kami tak bisa meninggalkan kebiasaan melakukan perjalanan mendatangi tempat tempat baru bersama anak anak.
Bagi kami waktu libur atau luang adalah kesempatan kami menghabiskan waktu untuk anak anak dengan menjelajah banyak tempat,agar memori mereka selalu terisi dengan banyak momen dan pengalaman baru yang akan terus melekat di ingatan hingga sepanjang hidupnya kelak.

Pagi itu kita main ke Bogor,kota yang jarak tempuhnya hanya tidak sampai 1 jam dari Jakarta.Tujuannya ingin makan di Kebun Raya Bogor(KRB.Ternyata kota Bogor tidak seperti dahulu lagi.Hampir mirip dengan kota Jakarta di mana mana banyak kendaraan yang lama parkir di tengah jalan alias macet lama tanpa ada gerakan kendaraan.
Selain itu bila akan memasuki suatu tempat tujuan dari jauh sudah terlihat tumpukan kendaraan yang lumayan bikin kelenger untuk memarkir kendaraan.Begitupun ketika kami bermaksud mengunjungi KRB,sudah berkali kali mobil kami berputar tapi ada ruang parkir.Akhirnya karena parkir susah kita parkir di Botanic Square yang terletak di seberang jalan.Kami menyeberangi jalan Pajajaran dan berjalan kaki menyusuri trotoar Jl. Ir. H. Juanda menuju ke gerbang masuk KRB.


KRB ini mempunyai Taman yang luas yang membuat anak anak leluasa berlarian kesana kemari menghabiskan energi dengan gembiranya.Sudah lama sekali setelah kepulangan kami ke tanah air anak anak tidak merasakan keleluasaan bermain di area terbuka seprti taman di KRB ini.
Sebenarnya hari cukup terik di siang ini tetapi karena banyak angin membuat suasananya berasa menyegarkan.Kami seperti melihat suasana musim semi di taman yang terletak persis di tengah ini.Banyak orang yang menggelar tikar dan menyantap makanan yang di bawa dari rumah.Bercengkerama dengan keluarga masing masing.persis dengan suasana ketika kami menikmati Hanami,yaitu pesta menikmati mekarnya bunga Sakura di awal musim semi.

Di tengah taman luas terdapat kolam dengan teratai yang belum mekar bunganya.Suasananya benar benar mengingatkan kami akan kota Chiba di akhir musim semi.Suhu yang mulai menghangat dan dominasi warna hijau dan bunga berwarna cerah di selanya.Tetapi kalau di Chiba bila ada bunga Lotus maka itu menandakan di mulainya musim panas yang mana indahnya Lotus yang mulai bermekaran dapat di nikmati di bulan Juli saja.

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis.

Di sebelah barat ketika kami masuk kami melihat sebuah pohon dengan diameter batang yang sangat sedang lebar di tebang,Ahh tentu pohon ini di tanam sudah sejak lama sekali  di s'Lands Plantentuinte Buitenzorg ini.Tapi tak perlu waktu lama untuk menumbangkannya,zannen desu ne.

Pendirian Kebun Raya Bogor bisa di katakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sinilah lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Para anak lelaki cukup kuat juga untuk mengintari Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor ini padahal  kebun botani ini luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.Malahan anak anak begitu antusias melihat keaneka ragaman pohon pohon yang ada di area ini.Bagi mereka mungkin ini semacam darma wisata yang penuh dengan sajian pengetahuan tentang berbagai jenis tumbuhan yang jarang mereka lihat.

Bila sudah lelah kami akan berhenti sejenak dan membiarkan anak anak  bergulingan di rerumputan hijau yang mendominasi taman yang luas ini di selingi dengan gaya khas dunia anak anak laki yaitu sambil main perang perangan,uhui....tempat yang tepat di waktu yang tepat untuk outbond anak anak nih KRB.

Selain itu mamanya boleh juga dong narsis,secara dari tadi kerjaanya mengabadikan gambar & merekamnya juga dalam video...

Matahari mulai naik dan semilir angin dingin kota Bogor membuat kita ngga nahan untuk cepat cepat membuka bekal nasi timbel dan ayam bakar yang kita beli di Bogor trade mall tadi waktu kita baru sampai di kota hujan ini.

Setelah menghabiskan bekal kami mengajak anak anak untuk menyususri KRB ini lebih ke dalam lagi.Dan ternyata di bagian belakang dari taman ada sebuah jembatan yang bisa di bilang menjadi salah satu icon KRB.Jembatan ini julukannya adalah jembatan merah di mana nama  ini konon  katanya merupakan 'jembatan cinta' yang jaman baheula  punya versi ceritanya sendiri yaitu  bila sepasang kekasih berjalan menyeberangi Jembatan Merah, maka di percaya tidak lama kemudian hubungan percintaannya berakhir. Namun sebaliknya, bila berjalan di Jembatan Cinta bukan bersama kekasih melainkan hanya teman, jika berpacaran di percaya akan langgeng dan bahkan bisa sampai ke jenjang pernikahan.

Sejarah Jembatan Merah ini sendiri di awali pada tahun 1881, ketika seorang arsitek Belanda, Mr Motmann, bersama amtenar pribumi bernama Saripin membangun jembatan yang melintasi Sungai Cipakancilan. Setelah rampung, jembatan lengkap dengan lampu-lampu gas tersebut di lumuri cat warna merah bata, dari sinilah sebutan Jembatan Merah diambil.


Seperti biasa di setiap tempat yang baru kami akan mengabadikan dengan memotretnya,begitupun di jembatan merah yang membelah sungai ini kami berfoto ria,jembatan yang katannya punya cerita unik sendiri tentang dua anak manusia yang bisa berpisah??
Cerita abadi yang biasa terjadi pada masyarakat pada umumnya di daerah yaitu karena pengaruh mistik yang kental,semacam kutukan  jika melewati jembatan merah ini.

Di KRB ini kami dapat menemukan banyak spesies bunga liar seperti bunga yang bergelantungan di pohon pohon besar,amazing....so beautiful.
Bunga bunga memberi warna tersendiri pada kekakuan pohon pohon tua yang besar menjulang berjejer di jalan bagian belakang.Lumayanlah untuk menghilangkan suasana seram di karenakan jalannya lebih gelap di karenakan pepohonannya menutupi cahaya matahari menyinari lokasi di sini secara bebas.

Sepanjang jalan yang ada di kawasan Kebun Raya Bogor banyak sekali pohon tua yang berukuran besar dan membuat suasana tampak lebih sejuk. Pohon-pohon raksasa dan berumur ratusan tahun ini cukup membuat kita kagum.Selain berfungsi sebagi paru paru kota karena penghasil oksigen yang besar juga jadi semacam payung alami yang melindungi para penjelajah kawasan KRB ini.

Ada yang bikin miris di setiap mengunjungi area umum yaitu kebiasaan ketidak disiplinnya para pengunjung ketika mengunjungi area public membuat taman ini menjadi kotor.Di mana  dengan pemandangan sampah yang di buang sembarangan.Jadi ingat ketika di Jepun setiap kita mendatangi area public seperti taman ,pantai kita selalu membawa kantong plastik untuk tempat wadah sisa makanan/sampah yang akan dibuang di kotak sampah atau kita bawa kembali pulang.Kebayang betapa lelahnya petugas kebersihan untuk memunguti sampah yang berserakan di tempat yang luas ini....

Setelah hampir seharian menghabiskan waktu di Bogor kami kelaparan juga,akhirnya kami memutuskan makan dulu di Hanamasa sebelum kembali pulang.Karena di resto khas Japan ini konsumen bisa makan sepuasnya dengan membayar Rp 75000 per orang.Hitung hitung buat mengganti energi kami yang seharian ini telah lelah berkeliling di kebun raya yang luasnya lumayan menghabiskan cadangan lemak yang memang cuma sedikit ini,kurus hihihi...

Self service,U can eat all....beuh sampai kekenyangan tuh anak anak di resto ini.

Akhir yang menyenangkan puas jalan jalan,puas makan makan dan isi kantong nyak babe sukses  terkuras wk.kaa..ka...ka......
Tapi tak mengapa kebersamaan,tempat baru juga pengalaman untuk anak anak adalah momen yang tak bisa di hargai dengan nominal.Karena semua itu adalah bayaran dari sebuah kebahagiaan sebuah keluarga kecil kami.

Thursday, December 09, 2010

Strawberi ** petualangan ichigo....

kebayang kan betapa senangnya   bila kita menyusuri kebun strowberi bersama anak anak.
memilih dan memetik bersama buah yang ranum menggoda dengan suka cita.uuuu....anak anak begitu semangat sekali waktu   membicarakan rencana liburannya.sudah kebayang bisa memetik ichigo atau stowberi dikebunnya langsung,aih.....otanoshimini na......


Dikota dengan suhu yang sejuk Bandung ,kawasan agrowisata menjadi alternatif tempat wisata favorit yang akan kami datangi liburan kali ini.walau untuk sampai ke tujuan kami harus merelakan diri terjebak macet.tapi karena bayangan indah berjumpa dengan kebun strowberi maka pengorbanan bermacet di sepanjang jalan sukajadi ledeng lembang tidak terasa he..he..he....


Kebun stroberi yang bertajuk Kavling Stroberi di Bandung inilah yang akhirnya kami singgahi.kami tidak jadi memilih kebun stroberi yang juga ada terdapat disepanjang jalan lembang  karena pengunjungnya yang penuh dan ketika dikonfirmasi buah strowberi yang dipetik  tinggal sedikit

Akhirnya kami menemukan juga kavling strowberi yang lokasinya agak kedalam.memang jalan ke tempat ini agak kecil tapi lumayan daripada rencana awal batal.
Masuk kedalam office untuk membayar tiket masuk.tiket masuk yang dibeli tadi itu menandakan kami juga mendapat  sebuah keranjang mungil dari rotan beserta gunting untuk memetik buah strowberi.


Pas kami masuk ke kebun ternyata kami mendapat penjelasan dari mbak  yang menjaga jika kami hanya boleh memetik diareal sebelah kanan saja.Karena yang sebelah kiri ada yang booked dari seminggu yang lalu.
owalah...didepan tadi kalau di jepun pastinya sudah ada tulisan closed tuh kalau begini ceritanya qi..qi...qi...
ternyata untuk liburan  ke kebun strowberi  dengan memuaskan itu musti buat janji dulu
walau kekebun strowberi kali ini berbeda dengan bayangan ketika kami mengunjungi daerah Akebono Yama Park dimana kebun strowberi benar benar memerah dengan buah strowberi yang ranum dan segar segar...aa   shigata    ga nai....


KS ini berada didalam sebuah saung yang khusus.dari tempat parkir kita jalan dulu sebelum masuk ke saung itu.kalau dilihat kebunnya dari luar lebih luas dari kebun yang kami lihat sebelum pulang ke tanah air

mulai memetik buah yang terpilih,karena jangan petik buah yg kecil,rasanya asam nanti.
hmmm.....walau sedikit kecewa tapi tak apalah karena mau bagaimana lagi mungkin memang begini keadaanya.terkadang jadi konsumen tak banyak pilihan nasib...nasib....keliling keliling strowberinya masih kecil hadeuhh.....

Digunting ..bukan dipetik ketika memanen stowberi biar tidak melukai batang  itulah cara yang di anjurkan ketika memisahkan buah dengan batangnya.yah,walau sedikit kecewa tetap  kesempatan kali ini bisa jadi media pembelajaran bagi anak anak....

Adam semangat sekali mengintari ruangan kebun ini sambil menggunting buah yang besar.Walau sempat tidak enak hati karena si mbak mbak penjaga mengawasi kami terus untuk tidak ke areal yang sudah di booked,alamak jadi berasa mo mengambil yang bukan haknya saja.kami hanya boleh mengambil diarea yang   buahnya masih kecil,apes dah....

"disebelah sana besar besar ma....."kata si sulung yang masih bingung kenapa ada pemisahan area yang boleh kami petik,belum tau ya nak,beginilah negri kita ditempat wisata yang kita bayarpun ada tempat tempat khusus yang tidak boleh  dijamah,eksklusif,jadi jangan pernah membayangkan tempat berwisata yang gratis karena bakalan menangis deh qe...qe...qe....


Ada sebuah kolam ditengah ruangan kebun ini.Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat C.jadi biasanya kita sering nemuin kebun stroberi ini di daerah daerah sejuk seperti di kawasan sejuk di bandung


tapi wadah akram belum ada isinya mama.......
daijoubu,go shinpai iranai....jaa ippai  ichigo o  isyounni sagashite shimasu yo....(ngga apa apa,jangan khawatir ayoo kita cari banyak strowberinya ya...)
Maka dimulailah petualangan mencari stowberi yang layak untuk dimakan dikebun strowberi yang penuh dengan rimbunnya dedaunan strowberi  qo...qo..qo...


tra..ra..ra...mama & akram sudah dapat buahnya,menghibur diri karena mengajarkan si kecil belajar menggunting,walau buah kecil tapi bila jeli kita bisa menemukan beberapa yang sudah layak di gunting....

kakak azzam juga sudah dapat yang besar juga,hebat kak....wisata kali ini bertemakan mencari stowberi besar diantara ribunan daun daunnya  ya kak   wka..ka..ka...




Tema baju dan tempat wisata kali ini senada warnanya,merah....seperti strowberi...

Pernah lihat ulat buah stowberi ngga? Nah ini dia Ternyata inilah ulat atau hama pemakan strawberi itu wka..ka..ka..

3Adnan akhirnya dapat juga....keranjang sudah penuh ichigo.otsukare sama deshita..yokatta ne..biar kata susah menemukannya tapi bisa juga ya  qi...qi..qi....


hayoo kita timbang dan bungkus bawa pulang jus strowberi yang manis dan segar ini. tau ngga anak anak?bahwa jus buah ini bisa menjadi asam elagik yang berperan sebagai antioksidan yaitu zat yang bisa mencegah tumbuhnya sel kangker

strowberi jus yang diminum bisa membantu pertumbuhan karena mengandung kalsium dan fosfor juga.tidak usah takut badan jadi melar karena lemaknya yang rendah,aman koq untuk diabet.


puas memetik eh menggunting,menikmati jusnya maka waktunya bermain ditaman



hayoo anak anak tadi kita sudah berpetualang mencari ichigo sekarang kita perlu tau juga cerita tentang buah ini.
buah merah yang mungil ini asalnya dari Chili.karena banyak yang suka maka sekarang penyebarannya sudah dimana mana.

Dalam penanamannya buah ini agak special perlakuannya.karena dalam penanamannya memerlukan kelembapan antara 80% sampai 90% maka biasanya agar stabil biasanya ditanam di rumah kaca khusus dibanding ditanam didaerah terbuka.



disini digunakan polibag untuk media tanamnya mungkin maksudnya jika pohonnya sudah kurang produktif atau mati bisa langsung di buang media tanamnya.


kalau kita minum jus stowberi secara tidak langsung kita mengkonsumsi tidak hanya vitamin c saja tetapi vitamin, A,B,E dan K loh...Selain itu kandungan zat besinya-pun tinggi,lumayan untuk menambah jumlah sel darah merah.bahkan katanya jus buah ini bisa bikin kita awet muda
kita sudahi dulu berpetualang ichigo kali ini....


Parompong Bandung......

Ketika kita main pertama kali ke bandung dari Lembang tempat tinggal adek kita menyusuri jalan Sersan Bajuri yang tembus sampai Parompong.yg katanya disanan ada semacam wahana out bond.
Udara yang dingin membuat kami mencari tempat yang menimbulkan kehangatan dengan aktifitas fisik diluar.Pasti menyenangkan.
Jalan kesana cukup membuat jantung dag dig dug.karena kami musti naik turun lembah untuk sampai kesana.

Akhirnya sampai juga ditempatnya.Karena area yang luas,untuk berkeliling kita bisa menyewa kuda.lumayan daripada jalan kaki.

Sebelum mencoba suatu wahana track offroad untuk bermain ATV maka kita harus antri menunggu giliran.

Selagi adam & azzam bermain flying fox abi dan akram memutuskan bermain bermain ATV berkeliling dimedan track offroad yang sedikit berlumpur,cukup tersendat sendat tapi sepertinya menyenangkan

Abinya semangat banget main ATV tapi anaknya ketakutan qi..qi..qi..qi...


Sehabis sikecil main ditaman dan kita makan siang bersama baru kita keliling area yang luas dan masih baru pengelolaanya.disudut taman sikecil bergaya......

Like father like son.....

Setelah puas anak yang besar main flying fox dengan sebelumnya mengantri panjang.ada kesempatan berfoto bersama juga piknik disiang kali ini.Sayang waktu main flying fox tidak sempat difoto karena diabadikan dalam bentuk video.Mereka meluncur keras dari ketinggian,yang ambil gambar video cemas....jangan terjadi apa apa deh nak...