Pulang kejakarta kali ini hanya sebentar waktunya jadi kita memuaskan diri jalan jalan terus setiap hari.Sampai orang rumah protes karena kita sampai dirumah ketika malam mo bobok aja wke..ke..ke...
Pagi itu kita main ke Bogor,kota yang jarak tempuhnya hanya tidak sampai 1 jam dari jakarta.Tujuannya ingin makan di Kebun Raya Bogor(KRB.karena parkir susah kita parkir diBotanic Square.Kami menyeberangi jalan pajajaran dan berjalan kaki menyusuri trotoar Jl. Ir. H. Juanda ke gerbang KRB
Taman yang luas membuat anak anak leluasa berlarian kesana kemari menghabiskan energi dengan gembiranya
Ditengah taman luas terdapat kolam dengan teratai yang belum mekar bunganya.Suasananya mengingatkan chiba di akhir musim semi.Suhu yang mulai menghangat dan dominasi warna hijau dan bunga berwarna cerah diselanya
Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis.
Disebelah barat ketika kami masuk kami melihat sebuah pohon dengan diameter batang yang lebar ditebang,Ahh tentu pohon ini ditanam sudah sejak lama di s'Lands Plantentuinte Buitenzorg ini.Tapi tak perlu waktu lama untuk menumbangkannya
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Para lelaki yang mengintari Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor dimana kebun botani luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
Anak anak bergulingan ditaman yang luas sambil main perang perangan,uhui....tempat yang tepat di waktu yang tepat untuk outbond anak anak......
mamanya boleh juga dong narsis,secara dari tadi kerjaanya mengabadikan gambar & merekamnya juga dalam video...
Matahari mulai naik dan semilir angin dingin kota bogor membuat kita ngga nahan untuk cepat cepat membuka bekal nasi timbel dan ayam bakar yang kita beli di Bogor trade mall tadi waktu kita baru sampai di kota hujan ini
jembatan merah ini katanya 'jembatan cinta'yang konon gini versinya bila sepasang kekasih berjalan menyeberangi Jembatan Merah, maka dipercaya tidak lama kemudian hubungan percintaannya berakhir. Namun sebaliknya, bila berjalan di Jembatan Cinta bukan bersama kekasih melainkan hanya teman, jika berpacaran dipercaya akan langgeng dan bahkan bisa sampai ke jenjang pernikahan.
Sejarah Jembatan Merah diawali tahun 1881, ketika seorang arsitek Belanda, Mr Motmann, bersama amtenar pribumi bernama Saripin membangun jembatan yang melintasi Sungai Cipakancilan. Setelah rampung, jembatan lengkap dengan lampu-lampu gas tersebut dilumuri cat warna merah bata, dari sinilah sebutan Jembatan Merah diambil.
dijembatan merah yang membelah sungai ini kami berfoto ria,jembatan yang katannya punya cerita unik sendiri tentang dua anak manusia yang bisa berpisah??karena pengaruh mistik jika melewati jembatan merah ini???
bunga yang bergelantungan dipohon pohon besar,amazing....so beautiful
Sepanjang jalan memasuki kawasan Kebun Raya Bogor banyak sekali pohon tua yang berukuran besar dan membuat suasana tampak sejuk. Pohon-pohon raksasa dan berumur ratusan tahun ini cukup membuat kita kagum
Kebiasaan ketidak disiplinnya pengunjung ketika mengunjungi area public membuat taman ini menjadi kotor dengan sampah yang dibuang sembarangan.Jadi ingat ketika di jepun setiap kita mendatangi area public seperti taman ,pantai kita selalu membawa kantong plastik untuk tempat wadah sisa makanan/sampah yang akan dibuang di kotak sampah atau kita bawa kembali pulang.Kebayang betapa lelahnya petugas kebersihan untuk memunguti sampah yang berserakan di tempat yang luas ini....
Makan dulu di Hanamasa,lapar euy.....
self service,U can eat all....beuh sampai kekenyangan....
Akhir yang menyenangkan puas jalan jalan,puas makan makan dan isi kantong terkuras wka..ka...ka...ka....






0 komentar:
Poskan Komentar